Sampah merupakan masalah umum di Indonesia. Masalah ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat. Dengan kata lain akan mencapai 273,87 juta pada tahun 2022. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan rumah tangga menyebabkan  pola dan jenis konsumsi masyarakat semakin beragam, sehingga mempengaruhi peningkatan  jenis dan karakteristik timbulan sampah dan sampah. Di kota-kota paling maju di dunia, sampah merupakan masalah yang berpotensi mengancam jiwa, sehingga beberapa negara mengurangi dan memisahkannya dari kehidupan sehari-hari mereka.

Kampus IPB bertema Green Campus membantu membangun budaya yang meningkatkan efisiensi energi, menghemat sumber daya, meningkatkan kualitas lingkungan melalui pendidikan, serta menciptakan kehidupan yang berkelanjutan dan sehat serta lingkungan belajar yang nyaman. Masuk akal untuk mengurangi penggunaan bahan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan bahan yang dapat digunakan berkali-kali. Namun, jika tidak ada langkah khusus untuk mengatasi masalah sampah plastik, hal ini akan sedikit mengurangi sampah plastik.

Mengingat seriusnya pencemaran sampah plastik akibat pengelolaan yang buruk, hal ini menuntut semua pihak, terutama masyarakat Indonesia, untuk berperan aktif. Ada beberapa cara untuk mengurangi masalah pencemaran sampah di Indonesia. Dengan kata lain, melakukan kegiatan 3R (reuse, reduction, recycle). Reuse artinya menggunakan kembali produk plastik. Kedua, kurangi aktivitas membeli atau menggunakan barang plastik, terutama barang sekali pakai. Selanjutnya, daur ulang. Merupakan proses pembuatan kembali barang yang dianggap tidak bernilai ekonomis  melalui proses fisik dan/atau kimia untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali atau diperdagangkan.

Selain cara di atas, ada cara lain untuk membuang sampah plastik. Artinya, mengubah sampah plastik menjadi sebuah karya seni yang layak jual. Contoh karya seni yang dapat dibuat dari sampah plastik adalah keranjang dan dompet.

Langkah-langkah dalam proses pembuatan sampah plastik menjadi karya seni keranjang atau dompet yaitu:

  1. Membersihkan bungkus minuman ringan yang telah dikumpulkan dan dikeringkan. Lalu potong bungkus plastik tersebut menjadi dua bagian selebar 4 cm.
  2. Potongan bungkus plastik selebar 4 cm tersebut dilipat ke dalam sepanjang 1 cm di kedua sisinya sehingga menghasilkan pita plastik selebar 2 cm. buat pita seperti ini sebanyak yang dibutuhkan.
  3. Ambil 4 buah pita dan anyam seperti membuat baling-baling.
  4. Pada baling-baling yang sudah terbentuk selanjutnya tambahkan pita lainnya satu-persatu dan jangan lupa membuat sudut tegak vertical seperti tanda plus (+) agar bisa dianyam kearah atas. Apabila proses ini dilewatkan maka anyaman nantinya tidak akan berbentuk seperti keranjang atau dompet, melainkan hanya seperti tikar saja.
  5. Setelah keranjang atau dompet selesai dibuat, bagian dalam dompet dapat ditambahkan kain perca yang sudah dijahit sebagai pelapis agar tidak bolong-bolong.

Dengan adanya informasi mengenai cara mendaur ulang sampah menjadi suatu barang yang berharga / bernilai jual maka dapat memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat serta dapat membantu mengurangi angka pencemaran sampah plastik sehingga terciptanya lingkungan dan ekosistem yang baik serta dapat menurunkan dampak negatif dari pencemaran sampah yang mendatangkan penyakit bagi masyarakat. Pengetahuan masyarakat yang baik ditunjang dengan cara mengolah kembali sampah plastik yang baik pula dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi negara serta menjadikan negara terbebas dari pencemaran sampah plastik.

RESUME ARTIKEL

Salah satu penyebab kerusakan lingkungan, terdapat pada pengelolaan sampah yang kurang baik. Dengan pertumbuhan penduduk serta semakin banyak kebutuhan yang beragam, menyebabkan konsumsi yang semakin banyak dan berpotensi sampah menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik, serta mengancam lingkungan,

Mengingat dampak pencemaran lingkungan, maka diperlukan pasrtisipasi masyarakat dalam melakukan kegiatan pencegahan dengan 3R (reuse, reduction, recycle).

  • Reuse > menggunakan kembali wadah/kemasan yang sudah kosong
  • Reduction > Mengurangi penggunaan bahan sekali pakai
  • Recycle > mengolah sampah non-organik, menjadi barang bermanfaat

Berikut Langkah-langkah pembuatan keranjang/dompet dari sampah plastik

  1. Bersihkan bungkus minuman ringan yang telah dikumpulkan dan dikeringkan. Potong bungkus plastik tersebut menjadi dua bagian selebar 4 cm.
  2. Lipat ke dalam potongan plastik sepanjang 1 cm di kedua sisi, sehingga menghasilkan pita plastic selebar 2 cm. Buatlah sebanyak yang dibutuhkan.
  3. Ambil 4 buah pita dan anyam seperti membuat baling-baling.
  4. Tambahkan pita lainnya satu-persatu dan jangan lupa membuat sudut tegak vertical seperti tanda plus (+) agar bisa dianyam kearah atas. Apabila proses ini dilewatkan maka anyaman nantinya tidak akan berbentuk seperti keranjang atau dompet, melainkan hanya seperti tikar saja.
  5. Tambahkan kain perca yang sudah dijahit dibagian dalam dompet/keranjang sebagai pelapis agar tidak bolong-bolong.

Informasi diatas dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari. Daur ulang bukan hanya menjaga lingkungan saja, tetapi juga dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat dan menambah ilmu pengetahuan.

 

 

Penulis: Adi Septian

Penyunting: Fathya Shafrina Karyadi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.