Beberapa bulan ke belakang, perubahan iklim menjadi sebuah topik yang sering diperbincangkan. Hal tersebut merupakan dampak dari perubahan iklim sendiri yang sudah dirasakan oleh banyak orang. Berdasarkan UU No. 31 Tahun 2009, perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, secara langsung maupun tidak langsung, yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.

Berbicara mengenai perubahan iklim, tentunya hal tersebut juga memiliki korelasi dengan emisi karbon. Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon. Produksi emisi gas karbon erat kaitannya dengan aktivitas manusia (anthropogenic activities) gas karbon yang dihasilkan secara berlebihan berdampak terhadap pemanasan global atau efek rumah kaca dan perubahan iklim global. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan suhu di bumi secara signifikan. Perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada periode waktu yang dapat diperbandingkan.

Menurut UU No 41 Tahun 1999, hutan adalah satu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Hutan sendiri memiliki banyak manfaat bagi seluruh makhluk hidup, menghasilkan oksigen dan menyerap karbon merupakan manfaat dan fungsinya secara luas. Lalu, apakah hutan memiliki pengaruh terhadap tingkat emisi karbon yang ada?

Nurrochmat dan Abdulah (2014) berpendapat bahwa hutan berperan penting sebagai regulator iklim yang berperan menyerap CO2 di atmosfer melalui proses fotosintesis dan menyimpannya dalam bentuk biomassa. Hutan dapat pula menjadi pengemisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi, dekomposisi, dan pembusukan yang dibantu berbagai macam jasad renik. Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat bahwa hutan dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perubahan iklim yang erat kaitannya dengan emisi karbon.

Positif atau tidaknya pengaruh dari hutan terhadap tingkat emisi karbon kembali kepada cara manusia menggunakan lahan di hutan tersebut. Vegetasi dan tegakan yang ada di hutan merupakan bentuk simpanan karbon. Penebangan di bawah jatah tebang tahunan, meningkatkan tingkat efisiensi pemanenan hasil hutan, dan peningkatan produktivitas hutan dapat menjadi cara untuk meningkatkan efektivitas hutan sebagai pengendali tingkat emisi karbon. Manusia sebagai makhluk yang menempati bumi sudah sepatutnya untuk menjaganya dengan baik bukan hanya memanfaatkanya.

 

Referensi:

[UU] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Meteorologi,

Klimatologi, Dan Geofisika.

[UU]  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 1999.

Nurrochmat DR, Abdulah L. 2014. Memanfaatkan hutan, mengurangi emisi. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. 1(1) :18-23.

 

Penulis: Khafidh Nur Rahman, Nurul Andalucia Agustin

Penyunting: Fathya Shafrina Karyadi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.