Kegiatan Study with Hydrologi merupakan salah satu program kerja yang dijalankan oleh Kelompok Studi (KS) Hidrologi Forest Management Students Club (FMSC). Kegiatan Study with Hydrology dilaksanakan pada Kamis, 19 Agustus 2021 di Taman Kehati Lido. Kegiatan ini dikemas dengan melakukan kunjungan ke sebuah industri jasa pengelola hasil ekosistem kehutanan. Industri yang dikunjungi dalam kegiatan ini yaitu PT. Tirta Investama Aqua Sumber Lido.

Tema yang diusung oleh KS Hidrologi yaitu “Konservasi Tanah dan Air dalam Memenuhi Kebutuhan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Seperti yang diketahui masih banyak orang yang berpikir bahwa sebuah perusahaan AMDK hanya mengolah air untuk diproses sebuah minuman lalu dijual di pasar luas. Pada kenyataannya sebuah perusahaan AMDK memiliki macam-macam program di dalamnya yang dimana program-program tersebut tidak hanya untuk menguntungkan perusahaan tersebut namun program-program yang dirancang oleh perusahaan AMDK harus memerhatikan lingkungan sekitar seperti lingkungan masyarakat serta lingkungan flora dan fauna.

Bapak Ali Akbar Alhutsi merupakan salah satu pembicara pada kegiatan Study with Hydrology dengan membawakan topik “Relasi Sosial dalam Pengelolaan Taman Kehati Lido.” Penjelasan dilakukan di lokasi yang terletak di samping kolam demplot lele, yang mana kolam demplot lele biasa digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat. Pemaparan materi dilaksanakan secara interaktif dengan dilakukannya diskusi antara pembicara, perwakilan karang taruna, dan Kelompok Studi Hidrologi FMSC IPB University diakhir sesi. Kemudian tidak hanya Bapak Ali Akbar saja yang menjelaskan materi, ada Bapak Iwan Setiawan selaku Direktur Pusat Informasi Lingkungan Indonesi (PILI) atau Indonesian Environmental Information Centre. Bapak Iwan Setiawan membawakan topik “Konservasi Air dan Tanah Serta Kehati dalam Pengelolaan Taman Kehati Lido.” Penjelasan topik dilaksanakan berlokasi di gajebo 2, penjelasan materi dijelaskan secara interaktif dan dilakukan diskusi.

Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Lido memiliki sebuah pilar yang dimana pada pilar nomor satu yaitu pelestarian air dan lingkungan dengan berarti lingkungan yang dikelola oleh PT. Tirta Investama Aqua harus terus dipelihara dan manfaat yang didapat harus terus ditingkatkan. Kegiatan pelestarian tersebut sudah diinisiasi sejak tahun 2006. Maka dari itu PT. Tirta Investama Aqua khususnya Plant Citeureup, untuk menjaga kelestarian lingkungan melakukan konservasi eks-situ sejak tahun 2014 dengan membangun Taman Keanekaragaman Hayati Lido.

Pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati Lido ini tentu saja PT. Tirta investama Aqua tidak melakukan nya sendiri namun bekerjasama dengan PT. Jauhar Hidro Mekatron. Pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati tersebut terdiri dari beberapa kegiatan seperti survey biodiversitas, penanaman pohon langka, edukasi budidaya ikan, dan melakukan perbaikan beberapa fasilitas yang terdapat pada Taman Keanekaragaman Hayati Lido pada tahun 2019 dan 2020. Kegiatan pengembangan ini tidak hanya semata-mata pengembangan biasa tetapi pengembangan ini memiliki tujuan khusus dari setiap pengembangan seperti untuk meningkatkan indeks keragaman hayati, untuk mengoptimalkan kolam-kolam yang terdapat di taman kehati tersebut, dan agar fasilitas yang sudah tersedia tetap terus dapat digunakan dalam jangka waktu panjang maka dari itu dilakukan perbaikan.

Konservasi flora dan fauna yang dilaksanakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat, kegiatan konservasi ini hanya bisa terlaksanakan oleh masyarakat karena masyarakat yang langsung melakukan kegiatan sehari-hari berkontak langsung langsung keanekaragaman hayati tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pemantauan dinamika indeks flora dan fauna yang berada ditaman kehati tersebut. Untuk memperbaiki ekosistem taman kehati, PT. Tirta Investama memperkaya tanaman atau seperti kegiatan restorasi. Flora yang berada disana banyak yang didatangkan dari luar seperti Borneo dan Kalimantan. Jumlah flora di Taman Kehati Lido yaitu 115 spesies dari 45 famili dan 16 spesies terancam punah seperti pohon damar (Agathis bornensis) dan rasamala. Ada tiga jenis spesies flora dengan status kritis yaitu suku dipterocarpaceae (Hopea bancana, Hope bilitonensis, dan meranti seminis atau Shorea seminis) dan ada satu spesies yang dilindungi yaitu palem merah atau Crytostachys renda serta di Taman Kehati Lido terdapat satu spesies yang menjadi salah satu ciri kota Bogor yaitu Diospyros blancoi atau sering disebut dengan pohon bisbul. Dengan begitu jumlah indeks keragaman yang terdapat pada Taman Kehati Lido yaitu 3.88, indeks tersebut tergolong cukup tinggi  setelah di intervensi pada areal seluas 4.63 ha.

Sedangkan untuk satwa yang terdapat di Taman Kehati Lido sangat beragam seperti mamalia dengan jumlah delapan spesies dari enam famili dan empat ordo, burung dengan jumlah 18 spesies dari 14 famili dan 7 ordo, reptil dengan jumlah 7 spesies dari 5 famili dan 1 ordo, amfibi dengan jumlah 6 spesies dari 4 famili dan 1 ordo. Kemudian dari jenis serangga terdapat dua ordo yaitu Ordo Odonata atau capung dengan jumlah 4 spesies dan kupu-kupu atau Ordo Lepitoptera sebanyak 14 spesies dan di Taman Kehati Lido terdapat satwa yang tergolong status langka dan perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu keberadaan sero ambrang atau berang-berang. Rata-rata indeks satwa disana yaitu 0.81.

Dilihat dari jumlah flora dan fauna yang terdapat di Taman Kehati Lido sangat beragam jenis-jenis flora dan fauna yang terdapat disana. Namun PT. Tirta Investama Aqua tidak berhenti disitu, sebuah industri AMDK atau sebuah industri yang mengolah potensi hidrologi menjadi sebuah air minum harus memperhatika keadaan sosial disekeliling industri tersebut. Karena setiap perusahaan tinggal bersama masyarakat, setiap industri tidak tinggal sendiri di ruang hampa namun perusahaan harus menjalin relasi sosial Bersama masyarakat agar mencapai sustainable suatu usaha khususnya usaha AMDK yang memanfaatkan potensi hidrologi. Seperti yang dilakukan PT. Tirta Investama Aqua melakukan membuat saluran air bersih ke beberapa desa di sekitar Taman Kehati Lido. Kemudian kegiatan sosial lainnya yaitu membuat beberapa kolam ikan yang dimana kolam ikan tersebut diisikan dengan ikan lele. Kolam ikan lele ini akan di olah oleh masyarakat desa yang dimana ketika ikan lele tersebut sudah siap dipanen maka masyarakat desa dapat langsung memanen nya dan dapat langsung di olah baik dijual atau diolah menjadi sebuah pangan cemilan yang siap dijual tentunya dengan kualitas yang baik.

Dalam penentuan dan pengembangan potensi di wilayah Taman Kehati Lido ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh PT. Tirta Investama Aqua yaitu salah satunya invetarisir masalah masyarakat desa yang diantaranya yaitu

  1. Sosial : Kulitas interaksi masyarakat dan mentalitas warga
  2. Ekonomi : Mata pencaharian dan tingkat pendapatan
  3. Budaya : Gotong royong
  4. Lingkungan : yang dimana infrastruktur rumah warga pun diperhatikan

Dengan begitu setiap perusahaan harus memiliki kegiatan yang dimana kegiatan tersebut memerhatikan lingkungan dan sosial sekitar perusahaan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh PT. Tirta Investama sebuah perusahaan yang memanfaatkan potensi hidrologi namun tetap memerhatikan keadaan lingkungan dengan membuat Taman Kehati Lido sebagai sebuah taman eks-situ serta perusahaan tersebut melakukan kegiatan sosial seperti membuat kolam lele untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pendapatan masyarakat sekitar. Kegiatan kunjungan ini menjadi sangat menarik, karena diwarnai dengan dilaksanakannya secara interaktif dan dilakukannya sebuah diskusi antara pemateri dan peserta. Kemudian kegiatan ini menjadi sangat menarik karena peserta berkesempatan  berkeliling melihat setiap objek yang terdapat di areal Taman Kehati Lido.