Kehutanan UmumKeilmuan

Perubahan Jumlah Luas Hutan Terhadap Hidrologi DAS

Salam Satu Managers!

Indonesia merupakan negara yang memiliki luas hutan yang memiliki keanekaragaman hayati yang berlimpah dengan posisi ketiga setelah Brazilia dan Zaire. Jenis hutan Indonesia termasuk kedalam jenis hutan tropis. Sumber daya hutan tropis Indonesia, memiliki nilai dan peranan penting yang bermanfaat untuk pembangunan berkelanjutan. Sumber daya yang terdapat pada hutan dapat digolongkan menjadi hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. Hutan memiliki berbagai macam fungsi yang diantaranya sebagai mengatur iklim, menahan pemanasan global, tempat cadangan air tanah, mengatur air, dan mencegah banjir serta mencegah tanah longsor.

Secara umum Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu hamparan wilayah atau suatu kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi atau punggung bukit yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada sungai utama ke laut atau danau. DAS memiliki fungsi seperti menjaga kualitas air, mencegah banjir, dan kekeringan disaat musim kemarau. Dalam mengetahui dan menjaga fungsi DAS maka perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi DAS secara teratur. Namun pada kenyataannya DAS dari tahun ke tahun tidak berjalan sesuai dengan fungsi seharusnya dan banyak DAS yang masuk kedalam kelas prioritas untuk diperbaiki. Hal tersebut menyebabkan berbagai masalah terjadi. Beberapa masalah yang terjadi diantaranya yaitu tingginya tingkat erosi, aliran permukaan, banjir, dan tanah longsor.

Masalah-masalah ini disebabkan oleh adanya pengelolaan yang buruk dan daya dukung DAS yang sangat rendah. Perubahan jumlah luas hutan mengakibatkan lahan-lahan terbuka, terdegradasi, dan kritis sehingga dapat terjadinya berbagai macam bencana alam tersebut dan terjadinya peningkatan jumlah deforestasi mengakibatkan terjadinya kerusakan DAS. Hal tersebut terjadi karena semakin bertambah nya kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan nya sehari-hari. Maka dari itu perlu diadakan penyuluhan dan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan mengelola lingkungan kepada masyarakat yang terlibat dalam pemanfaatan DAS tersebut. Kemudian selanjutnya dapat dilakukan konservasi tanah dan air dengan cara melakukan penanaman tanaman penutup tanah guna meningkatkan ketahanan struktur tanah, memperbesar kemampuan tanah untuk menyerap dan menyerap air hujan yang jatuh, mengurangi disperse air hujan, mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan, serta yang terakhir untuk memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah agar dapat mengurangi tingkat terjadinya erosi, banjir dan lain sebagai nya. Namun terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam memilih tanaman yang akan di tanam untuk kegiatan konservasi air dan tanah yaitu salah satunya tanaman Leguminosae.

Penulis: Shyfa Syalsyabila
Editor: Nadia Salsabila Candra Kerti