Kehutanan Umum

5 Seniman Indonesia yang Cinta Alam

Seniman adalah sebuah istilah yang merujuk pada orang kreatif dan mahir dalam bidang seni.

Istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang menciptakan karya seni seperti seni rupa, sastra, musik, film, tari, dan seni peran.

Adapun beberapa seniman yang mempunyai kecintaan terhadap alam, antara lain:

  1. Fiersa Besari

Fiersa besari atau lebih akrab disapa Bung Fiersa ini adalah seorang musisi asal Indonesi yang juga dikenal sebagai penulis dengan kata-kata romantis dan tentang alam.

Bung Fiersa termasuk dalam seniman pecinta alam karena disela-sela kesibukannya ia masih menyempatkan diri untuk mengunjungi berbagai gunung di Indonesia seperti gunung Ijen, gunung Talamau, gunung Beriun, gunung Pesagi, gunung Arjuno, gunung Manglayang, gunung Gede, dan masih banyak lagi.

Kesibukan saat ia mengunjungi alam juga seringkali diunggah di chanel youtube dan feed instagramnya.

  1. Nugie

Agustinus Gusti Nugroho atau lebih akrab disapa Nugie adalah seorang penyanyi asal Indonesia yang juga merupakan adik dariĀ  penyanyi Katon Bagaskara dan Andre Manika.

Nugie termasuk dalam seniman pecinta alam karena ia ikut serta dalam penyelamatan lingkungan dengan cara menciptakan lagu bertema lingkungan dan makhluk hidup, menyelenggarakan diskusi, seminar, dan juga bermacam aksi nyata sebagai upaya pelestarian alam.

Kecintaanya kepada alam membuat ia dijadikan sebagai duta lingkungan hidup dan supporter kehormatan organisasi internasional WWF atau World Wide Fund for Nature.

Selain itu ia juga pernah mendapatkan penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada saat hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia atau Kopri yang ke 47 di Kantor KLHK.

Penyanyi yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1971 ini juga berharap agar generasi milenial bisa menjadi generasi yang mempunyai gaya hidup ramah lingkungan misalnya dengan cara memilih alat transportasi dan tidak meninggalkan jejak sampah.

  1. Nasirun

Nasirun adalah seorang seniman, pelukis, maestro seni lukis, dan kolektor seni kelahiran Cilacap, Jawa Tengah yang terkenal dengan penggunaan elemen kebudayaan Jawa pada setiap karyanya.

Nasirun tidak hanya terkenal di Indonesia tapi juga di seluruh Asia Tenggara bahkan Amerika Utara dan Eropa.

Sebagai seniman, karya Nasirun sudah tidak perlu diragukan lagi bahkan lukisannya sudah dibanderol dengan harga miliaran rupiah.

Nasirun pernah mengatakan bahwa ia butuh energi yang bernama cinta untuk menghasilkan berbagai karya superiornya.

Cinta yang dimaksud Nasirun adalah cinta kepada bumi, cinta kepada Indonesia, cinta kepada sesama ciptaannya, dan cinta kepada alam.

Nasirun tidak hanya menunjukkan berbagai kecintaannya di atas kanvas tapi juga di kediamannya yang ada di Bayeman, Bantul.

Berbagai koleksi jenis tumbuhan disatukan dengan karya lain yang elok di halaman rumahnya.

Tidak heran pula jika rumahnya dibanjiri para pengunjung yang ingin menikmati kesejukan dan pemandangan indah yang kental akan rasa seninya.

Dengan kepeduliannya kepada alam yang cukup besar terutama untuk keanekaragaman hayati, Nasirun pernah mendapatan penghargaan Kehati Awards tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 untuk kategori Citra Lestari Kehati.

  1. Agustinus Eko

Agustinus Eko adalah seorang warga Probolinggo, Jawa Timur yang mengkreasikan limbah kayu menjadi karya yang cantik dan unik.

Limbah hasil produksi kayu yang didapatkannya secara gratis tersebut berhasil disulap menjadi lukisan tiga dimensi dengan teknik bakar.

Teknik bakar bahkan diklaim menjadi sebuah inovasi baru dalam dunia seni.

Inovasi menarik ini ditemukan saat ia sedang jenuh dengan pekerjaannya sebagai karyawan pabrik.

Dengan pengetahuan seni dan kemampuannya mengolah kayu secara otodidak serta bantuan internet Eko berhasil menciptakan karya yang super indah.

  1. Didik Budiarto

Kalau biasanya membuat lukisan menggunakan bahan warna cat air atau cat minyak, seorang pelukis bernama Didi Budiarto melukis siluet atau sketsa wajah menggunakan bahan warna yang cukup aneh yaitu gabus atau styrofoam bekas.

Proses pewarnaannya juga cukup sederhana yaitu dengan cara mewarnai terlebih dahulu styrofoam yang masih polos kemudian dicelupkan ke dalam wadah berisi tinner atau bensin.

Jika styrofoamnya sudah berwarna maka tinggal dicelupkan ke dalam wadah.

Ketika dimasukkan ke dalam wadah ini styrofoam akan hancur dan bensin akan berubah warna.

Bahan inilah yang akan digunakan sebagai pewarna untuk melukis.

Demikian sedikit informasi mengenai seniman Indonesia yang cinta alam, semoga membantu dan bermanfaat bagi kita semua.

Terima kasih!

 

Sumber:

http://kehati.jogjaprov.go.id/detailpost/nasirun-energi-cinta-sang-seniman-untuk-lingkungan

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/182534/seniman-probolinggo-sulap-limbah-kayu-menjadi-lukisan-3-dimensi

https://www.murianews.com/2018/03/17/139151/kreatif-pelukis-di-grobogan-ini-manfaatkan-styrofoam-bekas-jadi-bahan-warna.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *