Hari Ozon Internasional: Lembar Catatan

Posted on Posted in Kehutanan Umum

Penggunaan air condition serta lemari pendingin sudah menjadi kebutuhan bagi
masyarakat saat ini. Sayangnya masyarakat kurang memahami jika keduanya mengandung bahan yang
dapat merusak ozon. Kandungan seperti CFC, Halon, Karbon Tetraklorida, dan Metil Kloroform
umumnya ditemukan.

Namun Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim LHK Ruandha Agung Sugardiman menampiknya. Ditemui
saat kampanye Hari Perlindungan Ozon Internasional 2018 ia menjelaskan bahwa kelompok HCFC dan
Metil Bromida telah diatur dan dikendalikan Pemerintah.

“Upaya pengendalian yang sedang dilakukan saat ini antara lain dengan melaksanakan Program
Penghapusan BPO jenis HCFC-141b di sub sektor rigid foam, panel, insulasi pipa dan thermoware
sebesar 42,770 Ozone Depleting Potential (ODP) ton serta HCFC-22 di sektor servicing AC dan
refrigerasi sebesar 41,63 ODP ton,” ujar Ruandha

Ruandha memaparkan sosialisasi mengenai pentingnya upaya pemeliharaan dengan menggunakan barang
ramah ozon. Selain itu ia mengharapkan jika industri mau menggunakan bahan alternatif yang tidak
merusak ozon. Sekaligus mempromosikan prinsip BROCCOLI (Bebas Bromine, Chlorine dan Pro-
Climate Change).

Bromine, Chlorine dan bahan Pro-Climate Change umumnya bersifat mudah terbakar, beracun dengan
tekanan operasi tinggi. Pada sektor servicing AC serta mesin refrigerasi memiliki kontribusi besar terhadap
penyelamatan ozon.

Selain itu masyarakat dapat berkontribusi dengan menggunakan jasa teknisi yang kompeten dan
tersertifikasi. Hal ini dikarenakan tenaga kerja yang kompeten mampu menangani supaya bahan tersebut
tidak sampai terpapar dan bebas di angkasa.

“BPO yang terlepasaan naik ke lapisan stratosfer yang menimbulkan lubang. Jika sudah demikian, maka
sinar ultraviolet akan masuk secara langsung. Akibatnya akan menurunkan kekebalan tubuh manusia,
kanker kulit, katarak mata serta akan mematikan langsung populasi ikan serta pertumbuhan plankton di
laut”, ujar Ruandha.

Pada tanggal 16 September tahun 1994 oleh Majelis Umum PBB dinyatakan sebagai Hari Ozon
Internasional. Hal itu berdasarkan penandatanganan Protokol Montreal tentang Bahan-bahan Perusak
Ozon pada tahun 1987.

Hari Perlindungan Ozon Internasional release secara resmi melalui resolusi 40/114. Tujuannya untuk
meningkatkan kesadaran dalam melindungi lapisan Ozon. Ozon merupakan lapisan yang melindungi bumi
dari bagian berbahaya matahari.

Konfirmasi ilmiah mengenai penipisan lapisan ozon disadari oleh masyarakat luas untuk membangun upaya
perlindungan. Diresmikan pada Konvensi Wina untuk Perlindungan Lapisan Ozon mendapat persetujuan
dari 28 negara pada 22 Maret 1987.

Kemudian pada bulan September 1987 dilakukan penyusunan Protokol Montreal mengenai Bahan-bahan
Perusak Ozon. Tujuannya adalah melindungi ozon dengan langkah pengendalian jumlah produksi dan
konsumsi zat penguras.

Lampiran Protokol Montreal dikembangkan dengan membagi 100 kelompok bahan zat kimia. Pembagian
dilakukan secara bertahap hingga tujuan akhir dapat menghilangkan mereka sepenuhnya. Perjanjian
menetapkan jadwal untuk kontrol fase keluar dari produksi dan konsumsi zat.

Pelaksaan Protokol Montreal berkembang dengan baik di negara maju dan berkembang. Mengingat
kemajuan yang mantap tersebut, menjadi daya terik bagi mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Beliau
menyampaikan bahwa perjanjian internasional yang paling sukses tunggal di tahun 2003 saat itu adalah
Protokol Montreal.

PBB juga mengajak semua negara untuk memperingati atau merayakan Hari Perlindungan Ozon
Internasional. Apabila rapuhnya lapisan ozon terjadi maka berbahaya terhadap kelestarian kehidupan
planet ini.

Oleh karena itu Hari Ozon Internasional juga diperingati secara nasional di Indonesia sebagaimana juga
Hari Lingkungan Hidup. Perlu diketahui jika Indonesia telah meratifikasi Protokol Montreal sejak 1992.

“Upaya pengendalian yang sedang dilakukan saat ini antara lain dengan melaksanakan Program
Penghapusan BPO jenis HCFC-141b di sub sektor rigid foam, panel, insulasi pipa dan thermoware
sebesar 42,770 Ozone Depleting Potential (ODP) ton serta HCFC-22 di sektor servicing AC dan
refrigerasi sebesar 41,63 ODP ton,” ujar Ruandha

September tahun 2018 Indonesia memperingati Hari Perlindungan Ozon Internasional. Tema kampanye
adalah “Keep Cool and Carry On Montreal Protocol” atau “Tetap Dingin dan Lanjutkan Upaya
Perlindungan Lapisan Ozon Melindungi Bumi Pertiwi”. Saat penulisan artikel ini dilakukan, kami mencari
tema yang akan diusung pada kampanye tahun ini. Sayangnya belum terdapat tema serta desain poster
infografis terkait peringatan Hari Perlindungan Ozon Internasional 2019.

Sembari menyambut kegiatan kampanye pada pertengahan September 2019 yang akan datang, Sahabat
Alam juga bisa mengikuti kampanye alam dari LindungiHutan.com. Kampanye yang digagas oleh Lindungi
Hutan mengenai kepedulian lingkungan dengan cara melakukan penanaman bibit pohon.

Sumber :
https://blog.lindungihutan.com/hari-ozon-internasional-lembar-catatan/

LineGoogle GmailWhatsAppGoogle+FacebookTwitterEmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *