Penggunaan Swat Dalam Pemodelan Hidrologi Das

Posted on Posted in Kehutanan Umum

Daerah aliran sungai (DAS) memberikan manfaat yang banyak. DAS sebagai satuan hidrologi memiliki fungsi-fungsi dasar, yaitu: sebagai penampung atau pengumpul curah hujan, sebagai  penyimpan air yang terkumpul dalam simpanan air DAS, dan sebagai pengalir air dalam bentuk air limpasan. Fungsi-fungsi dasar ini saling berpengaruh dalam suatu sistem DAS.

DAS sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang sangat kompleks dan berkemungkinan memberi kesulitan dalam memahami seluruh komponen yang ada. Soil and Water Assessment Tools (SWAT) merupakan salah satu model yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam mengetahui atau memprediksi komponen atau proses yang terjadi. Menurut Yustika et al. (2014) Permodelan yang merupakan bentuk penyerdehanaan dari realitas yang terjadi juga dapat digunakan dalam perencanaan pengelolaan lahan di dalam suatu DAS.

Pengoperasian SWAT menurut Douglas-Mankin et al. (2010) dalam Hidayat et al. (2016) menggunakan data iklim dan data spasial terdistribusi. Digital Elevation Model (DEM) digunakan untuk memodelkan DAS secara spasial menjadi sub DAS-sub DAS. Simulasi-simulasi yang dapat dilakukan oleh Model SWAT contohnya praktik pengelolaan lahan dan di suatu DAS.

Pemodelan SWAT sudah diterapkan di beberapa negara, salah satunya ada di negara Ethiopia tepatnya di Anjeni watershed. Penggunaan pemodelan SWAT di daerah ini memberikan dampak yang positif dan memberikan perubahan yang signifikan. Dengan adanya pemodelan menggunakan SWAT, tindakan pencegahan dapat dilakukan berdasarkan data perkiraan yang diperoleh (Ashagre 2009). Output utama dari model SWAT yaitu nilai debit, erosi, dan sedimen terangkut dari suatu kondisi hidrologi. Luaran ini dapat menggambarkan kondisi hidrologi terkait kinerja DAS sehingga dapat dilakukan perencanaan untuk pengelolaan DAS yang lebih baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ashagre BB. 2009. SWAT to Identify Watershed Management Options: Anjeni Watershed, Blue Nile Basin, Ethiopia [THESIS]. Anglia Ruskin University.

Junaidi E, Tarigan SD. 2012. Penggunaan model hidrologi SWAT (soil and water assessment tool) dalam pengelolaan DAS Cisadane. JurnalPenelitian Hutan dan Konservasi Alam. 9(3): 221-237.

Yustika RD, Tarigan SD, Hidayat Y, Sudadi U. 2014. Penggunaan model hidrologi di sub DAS Ciliwung Hulu. Jurnal Informatika Pertanian. 23(2): 197-204.

 

Penulis : Taufiqul Hafizh Nurmajid (E14160046)

Editor  : Hamzah Nur Ahmad (E14150020)

LineGoogle GmailWhatsAppGoogle+FacebookTwitterEmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *