Perlindungan Keanekaragaman Hayati dalam Upaya Strategi Konservasi Secara Global

Posted on Posted in Kehutanan Umum

IMG_20171209_112940

Keanekaragaman hayati merupakan topik yang hangat dibicarakan pada dekade terakhir ini, namun pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut masih sangat kurang. Padahal seperti yang telah kita tahu bahwa keanekaragaman hayati khususnya di indonesia sangat berpotensi dan menjadi alat dalam perdagangan dunia. Menurut Soemarwoto (1992) dalam buku ā€œIndonesia dalam Kancah Isu Lingkungan Global. Dalam buku tersebut menggambarkan bahwa potensi dan manfaat keanekaragaman hayati, bahwa dari 5000 tumbuhan yang dimakan manusia hanya 150 jenis yang mempunyai arti penting dalam perdagangan dunia. 95% dari tanaman pangan dunia berasal dari kurang lebih 30 jenis tumbuhan, 80% kalori dalam pangan manusia berasal dari famili Graminae, dan 60% dari jumlah ini berasal dari tiga jenis tumbuhan, yaitu padi, gandum, dan jagung.

Uraian diatas memperlihatkan bahwa kehidupan manusia tergantung pada beberapa jenis tanaman. padahal dimuka bumi ini terdapat 300.000 jenis tumbuhan tinggi. Demikian pula jenis hewan yang dimanfaatkan oleh manusia masih sangat kecil, oleh karena itu pemanfaatan hewan dan tumbuhan masih sangat besar. Secara teori manfaat potensial sumberdaya hayati itu terdapat pada sifat keturunan yang terkandung di dalam gen, untuk itu sumberdaya hayati secara lebih khusus disebut sumber daya gen/hayati. Maka tidaklah berlebihan apabila konservasi keanekaragaman hayati masuk kedalam salah satu strategi konservasi sedunia atau global untuk menjamin kelestarian pemanfaatan sumberdaya tersebut oleh manusia.

Strategi konservasi sedunia menunjukan bahwa bertapa pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati bagi pembangunan berkelanjutan. Strategi konservasi sedunia meliputi menjaga proses penting serta sistem penopang kehidupan yang penting bagi kehidupan manusia, melestarikan keanekaragaman plasma nutfah yang penting bagi program budidaya agar dapat melindungi dan memperbaiki sifat-sifat tanaman dan hewan budidaya. Selain itu, penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan , inovasi teknologi, dan terjaminya sejumlah industri besar yang menggunakan sumber daya alam. Strategi konservasi sedunia juga dapat menjamin kesinambungan pendayagunaan jenis dan ekosistem oleh manusia.

Keanekaragaman hayati sering kali di jadikan parameter pokok dalam mengukur atau melihat pengaruh manusia terhadap lingkungan. Hal ini diakibatkan karena intervensi manusia ke dalam suatu ekosistem selalu mempengaruhi bahkan mereduksi keanekaragamanĀ  jenis. Sehingga hanya sedikit yang ditemukan pada lingkungan yang tercemar, misalnya sampah yang dibuang ke dalam aliran sungai akan mengkonsumsi oksigen yang tersedia di dalam air dalam proses pembusukan. Jumlah sampah yang besar mengakibatkan sampah akan mengkonsumsi oksigen secara besar sehingga beberapa organisme tidak bisa bertahan hidup. proses tersebut merupakan kasus pencemaran lingkungan yang melanggar kaidah strategi konservasi sedunia yang dilakukan oleh manusia.

Suatu ekosistem dikatakan stabil jika dalam suatu ekosistem itu terdapat banyak relung kehidupan. Proses ekologi yang stabil akan terjadi jika kondisi iklim dalam keadaan optimum dimana parameter iklim seperti suhu, kelembaban sinar matahari, kecepatan angin berada pada kondisi optimum. Jika kondisi ekologi stabil maka suatu ekosistem akan dikatakan stabil dan jika kondisi ekosistem stabil maka akan terdapat banyak relung kehidupan yang akan mengisi pada ekosistem tersebut, dan hal inilah yang menjadi sasaran dalam upaya strategi konservasi sedunia dalam menstabilkan ketersediaan keanekaragaman hayati agar dapat dimanfaatkan bagi generasi selanjutnya.

Lalu bagaimana upaya konservasi dilakukan???

Faktanya upaya konservasi sangat sulit dilakukan apabila kita tidak memiliki pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati dan pentingnya konservasi. Namun kebanyakan orang sekarang tidak menganggap penting upaya konservasi tersebut karena kebanyakan orang sekarang lebih mengutamakan bisnis dan uangseperti melakukan eksploitasi hasil hutan berupa kayu untuk memenuhi kepuasanya yang menyebabkan tempat untuk berlindung bagi satwa hilang dan meyebabkan juga pada flora yang semakin berkurang keanekaragaman nya. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan upaya konservasi sebagai solusi dalam melakukan perlindungan dan pertahanan keanekaragaman hayati. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melakukan konservasi model biospatial yang memfokuskan pada ekosistem, karena perlindungan terhadap ekosistem dalam kondisi ideal akan turut menjaga perlindungan terhadap komunitas, populasi, dan spesies. Mengingat pesatnya pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yng disertai dengan eksploitasi yang tinggi pada sumberdaya alam hayati maka pengalokasian areal kawasan alami untuk dipergunakan sebagai kawasan konservasi sudah menjadi keharusan.

Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus, dan akan menjadi seorang rimbawan tentunya sikap kita harus menentang keras terhadap masyarakat yang akan mencoba melakukan reduksi keanekaragaman hayati mengingat manfaat dan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi. Hendaknya kita sebagai seorang rimbawan mendukung upaya konservasi dan selalu melakukan kegiatan konservasi dalam rangka memperingati hari strategi konservasi sedunia.

DAFTAR PUSTAKA
Soemarwoto O. 1992. Indonesia dalam Kancah Isu Lingkungan Global. Jakarta(ID): Gramedia Pustaka Utama

Penulis:
Bekti Kesuma Nandha (E14150099)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *