Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Pentingnya Inventarisasi Pal Batas dalam Rangka Pengukuhan Kawasan Hutan

Inventarisasi merupakan suatu kegiatan dan usaha dalam memperoleh data dan informasi dari suatu benda. Pal batas merupakan suatu tanda pembatas kawasan hutan dengan areal penggunaan lain (APL), yang berbentuk slinder dan terbuat dari  bahan beton dengan rangka bertulang besi dengan ukuran 10 cm x 10 cm x130 cm yang ditanamkan di tanah sedalam 60 cm dan tampak diatas tanah 70 cm. Bagian atasnya sepanjang 20 cm di cat putih dan ditulisi huruf dan nomor pal. Inventarisasi pal batas di suatu kawasan hutan perlu dilakukan untuk memastikan apakah pal dalam kondisi bagus, bergeser, atau hilang akibat faktor alam seperti iklim,edafis,dan perbuatan manusia.

Cara melakukan inventarisasi pal batas cukup sederhana, yakni dengan melakukan marking ulang dengan bantuan Global Positioning System (GPS). Sebelum melakukan kegiatan inventarisasi pal batas kita harus mengetahui koordinat absis dan ordinat suatu pal. Proses pencarian pal batas dimulai dengan memilih menu FIND pada GPS untuk mencari pal batas. Tahapan selanjutnya adalah input koordinat absis dan ordinat yang diperoleh pada pal yang sudah pernah di marking lalu tekan enter yang dilanjutkan dengan mengikuti navigasi ke arah waypoint tersebut. Setelah menemukan pal yang dituju maka lakukanlah marking ulang di atas pal batas sehingga akan diperoleh koordinat baru lalu bandingkan antara koordinat lama dan koordinat baru. Jika titik tersebut berbeda artinya pal bergeser dan pergeseran tersebut dapat dikatakan sebagai besarnya jarak eror. Besarnya jarak eror tersebut dapat diakibatkan oleh tutupan tajuk yang lebat di atas pal saat melakukan marking ulang sehingga sinyal pada GPS sedikit terganggu dan mengakibatkan pengukuran pada GPS eror.

Pal batas secara umum berfungsi sebagai tanda batas kawasan hutan dengan Area Penggunaan Lainya (APL). Terjadinya pembangunan permukiman, tempat bercocok tanam, dan penebangan liar oleh masyarakat sekitar hutan sering terjadi akibat ketidaktahuan masyarakat terhadap batas mana mereka dapat beraktivitas. Dengan adanya pal batas maka batas kawasan hutan dengan APL seperti perkebunan dan permukiman, masyarakat dapat mengetahui dengan jelas batas-batas di sekitar wilayah mereka yang nantinya memudahkan kegiatan pengukuhan kawasan hutan untuk dilakukan.

Pengukuhan kawasan hutan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penataan batas suatu wilayah yang telah ditunjuk sebagai wilayah hutan guna memperoleh kepastian hukum mengenai status dan batasan kawasan hutan secara jelas. Oleh sebab itu, inventarisasi pal batas sangat penting untuk dilakukan guna mengindari konflik anatara negara (perhutani) dengan masyarakat sekitar kawasan hutan dengan cara pengecekan dan pemeliharaan pal batas dalam proses pengukuhan kawasan hutan. Bekti Kesuma Nandha (E14150099).

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *