Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

PENTINGNYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK MENANGANI BAHAYA SERTA RISIKO KERJA DI BIDANG KEHUTANAN

Kehutanan merupakan salah satu bidang pekerjaan yang menuntut seseorang untuk turun ke lapangan dan sangat berisiko untuk mengalami kecelakaan. Risiko dan bahaya merupakan dua komponen yang berkaitan dengan pekerjaan di bidang kehutanan dan sulit untuk dihindarkan.

Istilah bahaya dan risiko ini merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan. Namun terkadang, kita sering mengabaikan hal tersebut lantaran kedua hal itu hanya sebuah potensi yang belum tentu terjadi pada diri kita. Secara harfiah, pengertian bahaya dapat diartikan sebagai sebuah potensi yang muncul akibat aktivitas atau kegiatan manusia yang berinteraksi dengan mesin maupun lingkungan yang dapat menimbulkan kerugian, baik secara material maupun non material. Sedangkan, risiko merupakan besar kecilnya kemungkinan potensi bahaya tersebut terjadi.

Bahaya dan risiko dari aktivitas pekerjaan dalam sistem manajemen K3 saat ini sudah menjadi parameter utama, baik untuk identifikasi dan penilaian potensi terjadinya bahaya dan risiko, maupun untuk kegiatan lainnya. Bahkan, kita juga perlu melakukan tindakan pencegahan untuk menghilangkan potensi dan risiko yang muncul di tempat kerja. Tentunya penerapan sistem manajemen K3 ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan selamat khususnya dalam bidang kehutanan.

Secara umum, perusahaan di bidang kehutanan melakukan pengklasifikasian bahaya berdasarkan proses dan aktivitas yang ada di lingkungan kerja. Kategori bahaya yang ada di tempat kerja yakni terdiri dari bahaya fisika, mekanik, kimia, biologis, ergonomis, dan bahaya lainnya.  Pengkategorian ini berguna untuk mempermudah kita dalam melakukan tindakan pengendalian. Selain itu, pengendalian juga dapat dilakukan dengan berpedoman pada kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) ini merupakan sebuah upaya penyerasian antara pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, baik fisik maupun psikis dalam hal cara/metode kerja, proses kerja dan kondisi. K3 sangat diperlukan dalam suatu pekerjaan khususnya di bidang kehutanan, karena dengan kegiatan lapang yang sangat berisiko mengalami kecelakaan, maka K3 harus diterapkan oleh pekerja di bidang kehutanan.

Salah satu kegiatan di bidang kehutanan yang paling berisiko mengalami kecelakaan adalah kegiatan pemanenan hutan. Kegiatan ini selain berisiko dari lingkungan, juga berisiko dari peralatan karena banyak melibatkan mesin-mesin. K3 ini bertujuan untuk menjamin kesehatan serta keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan sehingga dapat terhindar dari bahaya dan risiko yang ada.

Perlu kita sadari, memang suatu hal yang sangat sulit untuk menciptakan nihil pada angka kecelakaan kerja maupun angka kesakitan kerja. Akan tetapi, bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Intinya, kita bukan hanya sekedar mengenalkan bahaya serta tindakan pengendaliannya kepada pekerja. Namun, kita perlu memastikan pekerja tersebut benar-benar memahami betul hingga menjadikan suatu kebiasaan bahkan menjadi suatu budaya dalam diri pekerja untuk menjaga keselamatannya sendiri.

Kebiasaan-kebiasaan bersikap dan berperilaku aman,sehat dan selamat memang tidak mudah untuk dilakukan. Hal ini merupakan suatu karakter yang harus dibentuk dalam diri pekerja. Bukan hanya untuk di tempat kerja saja, dalam setiap aktivitas kehidupan, baik di rumah, di jalan, dan dimanapun terdapat aktivitas atau kegiatan dilakukan, juga diperlukan kebiasaan untuk terus menjaga keselamatan. (Rafa)

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *