Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

HUTAN RAKYAT, HUTAN KHAS MILIK INDONESIA

Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Kehutanan Bab 1 Pasal, hutan rakyat adalah lapangan yang bertumbuhan, pohon-pohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan rakyat. Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan bab 1 pasal 1 juga menyebutkan beberapa istilah yang berkaitan dengan hutan rakyat, yaitu hutan hak dan hutan adat.

Hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah, sedangkan hutan adat di definisikan sebagai hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat. Definisi hutan adat ini menimbulkan polemik karena pemerintah tidak mengakui hak masyarakat adat atas tanah yang telah ditempati selama bertahun-tahun. Pasal 1 UU 41/1999 tersebut juga mengenal adanya istilah hutan negara, yaitu hutan berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.

Awalnya hutan rakyat dipandang sebelah mata sebagai sumber produksi hasil hutan dimana negara lebih fokus pada hutan-hutan alam yang dikelola dalam bentuk hak-hak pengusahaan hutan. Namun lambat-laun hutan mulai diperhatikan keberadaannya karena pengelolaannya yang lebih lestari. Hutan rakyat pernah dikembangkan pada era pemerintah Hindia Belanda di Pulau Jawa pada tahun 1930. Jejak-jejaknya bisa dilihat di pedesaan ditandai dengan banyak penduduk yang memiliki pekarangan yang ditanami tanaman keras untuk dipanen kayunya. Pasca kemerdekaan, pada tahun 1950-an pemerintah sempat mempromosikan program Karang Kitri, suatu program penanaman tanaman keras untuk lahan-lahan kritis yang berlereng curam, lahan sekitar mata air, lahan terlantar dan lahan yang tidak ditanami tanaman semusim. Awal tahun 1960-an juga pernah digalakan program penghijaun dengan sasaran yang sama. Tujuannya pada waktu itu ingin meningkatkan produktivitas lahan kritis, mengelola tata air dan menyediakan bahan baku kayu bagi masyarakat.

Saat ini, hutan rakyat menjadi salah satu sumber pendapatan atau pemenuh kebutuhan bagi warga desa. Hutan rakyat umumnya dijadikan sebagai suatu tabungan untuk kebutuhan yang sifatnya dapat terjadi secara tiba-tiba. Selain bermanfaat dalam hal ekonomi, hutan rakyat juga bermanfaat dalam hal ekologi yaitu sebagai penyangga kehidupan. Namun seiring terjadinya globalisasi, dikhawatirkan keberadaan hutan rakyat semakin ternacam. Program pembangunan yang sudah mulai masuk ke desa dikhawatirkan dapat menggerus hutan rakyat secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, peran rimbawan diperlukan untuk mempertahankan dan melestarikan keberadaan hutan rakyat untuk kesejahteraan masyarakat desa. (Arief)

Daftar Pustaka

Basahona A. 2015. Pengertian Hutan Rakyat. [Internet]. [diunduh 2017 April 22]. Tersedia pada : http://www.atobasahona.com/2015/09/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html#ixzz4f3iGQ9aq

Risnandar C. 2016. Hutan Rakyat. [Internet]. [diunduh 2017 April 22]. Tersedia pada : https://jurnalbumi.com/hutan-rakyat/

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *