Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Siapakah Pahlawan Ketahanan Pangan Indonesia Selama Ini?

petani

Sumber: http://www.kompasiana.com/anugerah_oetsman/100puisi-petani-2_56c2e8167793732a0d40b9ec

Indonesia merupakan negara maritim yang juga dikenal sebagai negara agraris. Hal tersebut karena sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencarian sebagai petani. Sebagai negara dengan jumlah penduduk sebanyak 237.641.326 jiwa dengan kepadatan mencapai 124 jiwa/km2, dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% persen/tahun (Badan Pusat Statistik 2010), maka diperlukan pula sumber pangan untuk menunjang kehidupan penduduknya. Lalu siapakah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah memenuhi ketahan pangan Indonesia selama ini?

Di Indonesia, setiap tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional yang selalu diperingati oleh para petani. Penetapan Hari Tani Nasional tersebut didasarkan pada Undang-Undang No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau lebih dikenal dengan UUPA. Hari Tani Nasional merupakan salah satu momentum yang cukup besar dan bersejarah, terutama bagi para petani dan rakyat Indonesia lainnya. Hari Tani Nasional ini menyimpan harapan yang amat besar untuk kemajuan pertanian Indonesia karena pada dasarnya sektor pertanian mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional.

Peranan tersebut antara lain meningkatkan penerimaan devisa negara, penyedian lapangan kerja, ataupun pemenuhan kebutuhan konsumsi luar negeri dan dalam negeri. Tokoh nasional, Bung Karno, bahkan pernah mengatakan “Pangan adalah soal hidup matinya bangsa!”. Oleh karena itu petani sejatinya adalah pahlawan ketahanan pangan Indonesia selama ini. Hal tersebut tidaklah berlebihan mengingat peran serta petani selama ini yang begitu besar dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari penduduk Indonesia. Namun keuntungan yang diperoleh para petani tidaklah sebesar peran serta jasanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari penduduk Indonesia. Lalu bagaimanakah kehidupan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut?

Kehidupan para petani di negara kita tidaklah seindah kata-kata mutiara yang selalu menghiasi Hari Tani Nasional, kehidupan mereka kebanyakan semakin miskin. Berbagai penyuluhan program-program penyuluhan pertanian saat ini cenderung sebatas program tanpa adanya implementasi nyata. Hasil survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian tahun 2013 (SPP 2013) yang diliris Badan Pusat Statistik pada awal bulan menyebutkan, pendapatan rumah tangga tani dari usaha di sektor pertanian rata-rata hanya sebesar Rp12,4 juta/tahun atau Rp1 juta/bulan. Jika dilihat dari pendapatan tersebut maka dapat dikatakan tingkat kesejahteraan petani sangat rendah. Fakta tersebut diperparah dengan jumlah lahan yang semakin sempit, sehingga mengakibatkan usaha tani tanaman pangan tidak ekonomis. Harga komoditas tanaman pangan yang realtif murah bila dibandingkan dengan harga komoditas pertanian yang lainnya mengakibatkan petani semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu perlu kita ingat bahwa jasa petani selama ini telah membantu kita memenuhi kebutuhan pangan sehingga kita dapat menjadi bangsa yang mandiri. Memang benar bahwa bangsa yang hebat adalah bangsa yang dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tapi jangan biarkan petani berjuang sendiri.

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *