Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Semangat Pendidikan di Kalangan Mahasiswa Kehutanan

Pendidikan bangsa Indonesia mulai dirintis sejak zaman penjajahan Belanda. Salah satu tokoh yang sangat berjasa bagi perkembangan pendidikan bangsa Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara. Sebagai bentuk penghargaan atas semua jasa yang telah dilakukannya, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Momentum Hari Pendidikan Nasional senantiasa dijadikan sebagai momentum untuk membangun kembali semangat juang para praktisi pendidikan, tak terkecuali para praktisi pendidikan di bidang kehutanan. Seperti diketahui bersama, bidang kehutanan merupakan bidang yang berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup orang banyak. Oleh karena itu, menjaga semangat pendidikan di kalangan para praktisi kehutanan adalah sebuah keharusan.

Salah satu contoh semangat juang pendidikan yang dimiliki adalah semangat pendidikan pada Bapak Ki Hadjar Dewantara. Beliau beserta kawan tiga serangkainya pada Peguruan Tinggi Taman Siswa menerapkan semboyan pendidikan yang sangat dikenal hingga saat ini, yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Sebagai bagian dari praktisi pendidikan di bidang kehutanan, seorang mahasiswa kehutanan sudah seharusnya turut menumbuhkan semangat juang pendidikan yang telah dicetuskan oleh bapak pendidikan nasional bangsa ini.

Ing ngarso sung tulodo memiliki arti memberi teladan di depan. Seorang mahasiswa kehutanan harus menjadi role model bagi mahasiswa yang lain. Tidak hanya dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya, namun juga mengembangkan kepekaan jiwa sosialnya. Ing madyo mangun karso berarti membangun semangat dari dalam. Seorang mahasiswa kehutanan harus senantiasa membangun motivasi dan semangat dari dalam. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan intrapersonal seorang mahasiswa kehutanan, namun juga berkaitan dengan interpersonal antar mahasiswa kehutanan. Terakhir adalah tut wuri handayani, yaitu memberi arahan dan dukungan dari belakang.

Walaupun pada kenyataannya sangat sulit untuk menerapkan ketiga filosofi pendidikan tersebut secara bersamaan, namun selagi ada kemauan tentu akan ada jalan. Terlepas dari seberapa kecil atau besar hal yang kita lakukan, membangun semangat juang pendidikan terutama dalam membangun kehutanan yang lebih baik adalah suatu kewajiban dan keharusan bagi setiap mahasiwa kehutanan. Semangat juang pendidikan tersebut bisa dimulai dengan melakukan hal kecil, dimulai dari sekarang, dan dimulai dari diri sendiri.

Apapun yang dikerjakan oleh seseorang itu, harusnya bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, juga bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.”  -Ki Hadjar Dewantara

(Rosima & Lamis)

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *