Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Hutan Indonesia semakin Menipis, Siapa Yang Patut Disalahkan?

Indonesia dikenal sebagai negara dengan luas hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, menurut WWF Indonsia tahun 2003, yaitu seluas 103 juta hektar. Jika sebatang pohon saja memiliki cerita sejarahnya sendiri, maka hutan memiliki nilai filosofis yang lebih tinggi, sebagai paru-paru dunia. Maka, tak heran jika hutan di Indonesia menjadi sorot perhatian dunia. Namun untuk mempertahankan fungsi dan wilayah hutan tidaklah mudah, upaya pemeliharaan yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan dan degradasi hutan selama ini. Itulah yang kini menjadi potret nyata hutan di Indonesia.

Pengelolaan hutan di Indonesia selama ini kurang memperhatikan filosofi dari pentingnya hutan itu sendiri, sehingga sering terjadi kerusakan hutan dan degradasi hutan. Hal ini diperparah lagi dengan eksploitasi, penebangan liar, pembalakan, dan kebakaran hutan di berbagai wilayah. Fungsi hutan semestinya menjadi penyokong bagi kehidupan, namun kini di Indonesia fungsi ini tak dapat berjalan secara maksimal.

Bagaimana nasib hutan kita kedepanya jika hal-hal tersebut terus dilakukan? Apakah anak cucu kita jika nantinya mendengar kata ‘hutan’ hanya terlintas sebuah kata yang mereka sendiri tak tahu seperti apa bentuknya hutan itu? Mungkin hal tersebut bisa saja terjadi, karena semakin rusaknya hutan yang ada kebanyakan bukan disebabkan oleh salah satu pihak saja, melainkan banyak pihak yang tidak menyadarinya bahwa mereka turut berpartisipasi dalam merusak hutan. Hingga suatu saat nanti semua manusia akan sadar, namun sangat disayangkan jika kesadaran itu muncul setelah semua hutan dieksploitasi, bahkan uang yang sangat banyak pun tidak bisa kita gunakan untuk makan karena habisnya sumberdaya yang tersedia.

Namun saat ini bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan, justru upaya untuk saling menyadarkan sangat dibutuhkan.  Jika sesama manusia saling menyadarkan betapa pentingnya manfaat hutan, pastinya hutan akan tetap lestari dan dapat menjadi penyokong bagi kehidupan ini. Sebuah tantangan besar bukan bagi kita? Oleh karena itu, mari kita semua, khususnya para rimbawan menjaga, melindungi, dan mengelola hutan yang ada sebagai warisan dari Sang Pencipta. (Mufri)

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *