Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Ekowisata sebagai Alternatif Pelestarian Hutan

Dewasa ini banyak dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa berbondong-bondong untuk sekedar pergi melihat pemandangan dan menikmati suasana hutan alam. Istilah lain untuk kegiatan perjalanan oleh seseorang ke daerah terpencil dengan tujuan menikmati dan mempelajari segala sesuatu tentang alam, sejarah, dan budaya di suatu daerah, yang mana pola wisatanya membantu masyarakat lokal dan pelestarian alam dikenal dengan ekowisata. Kegiatan ini tentu saja menghasilkan keuntungan bagi masyarakat lokal dan pengunjung baik dari segi ekonomi maupun psikologi.

Indonesia mempunyai daya tarik hutan hujan tropis tersendiri bagi turis luar maupun lokal. Banyak dari mereka yang rela berpergian, bahkan melewati tempat terpencil dengan medan yang sukar, hanya untuk dapat menikmati suasana alam nan menyegarkan mata sekaligus untuk terapi mental jiwa. Semakin seringnya tempat-tempat ekowisata alam di Indonesia ini dikunjungi, maka sisi baik tersendiri diberikan untuk dunia kehutanan.

Hutan dulunya tidak terlalu dipedulikan karena dirasa tidak memiliki nilai jual. Akan tetapi nilai hutan tersebut kini berubah, menjadi terpelihara dan terlindungi. Masyarakat berusaha merawat dan mengelola kawasan alam lingkungan mereka sebaik mungkin, sehingga menjadi menarik untuk dikunjungi wisatawan lokal dan luar, tanpa merusak atau mengubah alih fungsi tempat tersebut. Pemanfaatan kawasan hutan menjadi kawasan ekowisata ini tentu saja dapat menjadi salah satu langkah alternatif dalam pelestarian hutan karena masyarakat di sekitar akan lebih peka dan perhatian dalam menjaga dan melindungi hutan, sehingga tidak perlu pengawasan khusus dari pemerintah.

Selain itu kawasan ekowisata pun dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan banyaknya kunjungan dari turis-turis lokal dan luar. Hal ini yang membuat masyarakat merasa memiliki terhadap hutan tersebut, sehingga akan selalu berusaha agar hutan tersebut tetap menjadi sumber ekonomi bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Namun keindahan alam tersebut tak dapat dipungkiri tak selamanya terus terjaga. Ada saja beberapa oknum yang tak bertanggung jawab dan tak sengaja merusak keindahan alam tersebut hanya demi kenikmatan pribadi. Sebagai contoh, banyak remaja yang kini hanya memanfaatkan keindahan alam tersebut untuk sekedar mengambil foto dan menguploadnya ke media social, yang mana untuk mengambil foto yang alami dan bagus, terkadang banyak orang yang rela merusak dan menginjak tumbuhan di alam. Oleh karena itu pengawasan terhadap pengelolaan tempat ekowisata memerlukan peningkatan lagi baik dari pemerintah ataupun masyarakat yang ikut berperan dalam menjaga wilayah tersebut, agar kelak tempat konservasi atau ekowisata tersebut tidak mudah rusak dan dapat menjadi warisan untuk generasi kita kelak. (Pauzi)

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *