Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

HOW FOREST INFLUENCE CLIMATE CHANGE MITIGATION

 

gambar climate 4

Mitigasi Perubahan iklim adalah usaha pengendalian untuk mencegah terjadinya perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan gas rumah kaca yang terjadi saat ini. Perubahan iklim ini dapat berakibat pada perubahan cuaca dan menyebabkan terjadinya bencana alam. Indonesia sebagai negara tropika menyatakan  komitmennya  dalam upaya menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26% pada tahun 2020 dengan skenario Business As Usual,  dan sebanyak 41% dengan dukungan sektor internasional pada sektor energi terutama di sektor kehutanan.

Peran kehutanan dalam mitigasi perubahan iklim adalah untuk mengurangi emisi dan meningkatkan serapan GRK terutama C02 melalui proses fotosintesis. Jumlah GRK yang terlalu banyak di permukaan bumi dapat memicu ketidakstabilan suhu bumi dan berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Kelebihan panas yang terperangkap inilah yang kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat yang kemudian dapat mempengaruhi variabel-variabel cuaca yang ada, seperti kekuatan angin dan intensitas hujan. Gas rumah kaca (GRK) bersumber dari dalam troposfer yang poses pembentukannya dapat terjadi secara alami maupun sebagai akibat pencemaran.

Terdapat tiga mekanisme dalam mencapai target penurunan emisi GRK yaitu Joint Implementation (JI), mekanisme perdagangan bersih (Clean Development Mechanism, CDM), dan perdagangan karbon (Emission Trading). Indonesia berperan dalam kegiatan CDM  (mekanisme perdagangan bersih) melalui pengurangan emisi yang disertifikasi, dilaksanakan melalui kegiatan pembangunan kehutanan (Aforestation/ Reforestation) yakni berupa penanaman pohon di kawasan atau areal yang tidak berhutan lagi. Setiap kegiatan yang dilakukan harus terukur  dan termasuk dalam upaya mitigasi lingkungan yang dinyatakan dengan ton setara CO2 untuk dibuat dalam sertifikasi penurunan emisi.

Menurut salah satu penelitian, menyatakan  bahwa deforestasi di Indonesia berkontribusi sebesar 17% terhadap total emisi GRK global dibandingkan dengan sumber emisi lainnya. Sehingga Indonesia memiliki tantangan dalam rangka menekan deforestasi dan degradasi hutan namun tetap memenuhi kebutuhan pembangunan sehingga diperlukan  kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penanaman pohon. Upaya lainnnya yakni dengan melakukan kegiatan konservasi karbon hutan dan memanfaatkan biomassa sebagai pengganti bahan bakar fosil secara langsung melalui produksi energi biomassa atau secara tidak langsung melalui substitusi bahan bakar yang industrinya menggunakan bahan bakar fosil.

Cara yang paling mudah dalam meningkatkan cadangan karbon adalah dengan menanam dan memelihara pohon. Pelaksanaan pembangunan rendah karbon dalam rangka mitigasi perubahan iklim memerlukan tata kelola pemerintahan yang baik serta kerjasama yang baik antar pemangku kepentingan terutama sektor-sektor yang berkaitan dengan sektor kehutanan.

Penulis: Khatimatus Saadah, Nitya Ade Santi, Bella Sagita Istiqomah (MNH 50)

Sumber gambar : http://www.africaprogresspanel.org/

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *