Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

FMSC Menuju Bina Hutan Rakyat 2016

Bina hutan rakyat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui analisa pengelolaan hutan rakyat lestari. Bina Hutan Rakyat meruapakn salah satu program kerja tahuan yang dilakukan oleh divisi Oragizer & Networking , FMSC .Bina Hutan Rakyat akan dilaksanakan di Kampung Jeruk, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa barat pada tanggal 22 Mei 2016.  Kegiatan pengelolaan hutan rakyat meliputi penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengelolaan hutan yang benar, penanaman bibit pohon, penerapan sistem tumpang sari pada hutan rakyat, dan upaya menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan. Kegitan tersebut dilakukan untuk memajukan kelestarian hutan rakyat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan hutan rakyat lestari akan berdampak pada positif bagi masyarakat dan lingkungan terutama dalam sisi ekonomi, sosial dan ekologi.

Kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan hutan rakyat meliputi penyuluhan sistem agroforestry atau tumpang sari dan sosialisasi pembuatan pupuk. Sistem agroforestry diterapkan dalam pengelolan hutan rakyat untuk meningkatkan nilai  tambah hutan rakyat terutama nilai ekonomi  melalui hasil panen yang berskala musiman (jangka pendek). Sehingga masyarakat mampu menigkatkan pendapatanya melalui sistem agroforestry tersebut. Selain itu, sistem agroforestry juga memiliki nilai ekologi terutama hidrologi yang tinggi dibanding bentang hutan murni. Penerapan sistem agroferestry dapat dilakukan dengan mengkombinasikan antara hutan dengan tanaman pertanian seperti umbi-umbian, tanaman obat-obatan, dan sayuran yang dapat dipanen dalam skala waktu yang pendek. Selanjutnya, kegiatan pembutan pupuk, untuk memanfaatkan dan mengolah hasil limbah peternakan dan pertanian untuk pupuk. Pupuk tersebut digunakan untuk untuk memupuk pohon dan tanaman pertanian.

Kegiatan penanaman bibit pohon akan dilakukan oleh peneliti dan anak-anak dilahan petani hutan setempat. Penanaman pohon tersebut dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah penanaman pohon, agar tingkat keberhasilan penanaman maksimal. Penanaman pohon dilakukan dengan pemilihan jenis yang sesuai dengan kondisi tempat tumbuh, dan kondisi sosial masyarakat setempat. Selanjutnya, membuat lubang tanam dan ajir tanaman, serta pupuk. Adanya penyuluhan penanaman bibit pohon tersebut, diharapkan petani hutan dapat menerapkan sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Penanaman bibit pohon melibatkan anak-anak untuk menumbuhkan rasa cinta dan peduli dalam pentingnya fungsi hutan pada khususnya dan lingkungan pada umumnya.  Anak-anak diikutsertakan dalam penanaman bibit pohon karena secara alamiah memiliki  rasa ingin tahu yang kuat pada lingkungan sekitar dengan mengeksplorasi pada dirinya. Selain itu, anak-anak merupakan tongak sumber daya manusia yang akan datang dalam pembangunan bangsa terutama lingkungan.

Kegiatan monitoring dilakukan setelah kedua kegitan tersebut dilakukan, untuk memeriksa dan mengevaluasi bibit pohon yang ditanam dan penerapan sistem agroforestry serta pembuatan pupuk. Kegiatan pemeriksaan dilakukan setelah satu bulan, untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan kegiatan Bina Hutan Rakyat .Kegiatan monitoring meliputi tentang tingkat keberhasilan bibit hidup terhadap bibit yang mati, dan keberlanjutan pembutan pupuk dan penerapan sistem agroforestry.  Namun, hasil tersebut masih digabungkan  dengan pemeriksaan berkala selanjutnya. Hal tersebut untuk mengetahui secara akurat tingkat keberhasilan dalam  implementasi pengelolaan hutan rakyat secara lestari.

 

Ditulis oleh : Kunanti (MNH 50)

IMG_20160514_190259

Share

2 thoughts on “FMSC Menuju Bina Hutan Rakyat 2016

  1. untuk saat ini acara BHR masih dalam ranah mahasiswa Manajemen Hutan dan rangkaian acara BHR 2016 sudah mendekati tahap akhir, mungkin tahun selanjutnya bisa join :)
    Terima kasih telah mengunjungi web ini, salam FMSC !!!!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *