Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Berdayakan Masyarakat Melalui Pembangunan Hutan Rakyat

hutan rakyat 3

Keadaan Hutan Rakyat di Indonesia salah satu kawasan yang sangat menguntungkan

Salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah   degradasi   lingkungan   hutan.   Kerusakan   hutan   ini   menyebabkan “deforestation”   yang   oleh   para   ahli   ekologi   dan   konservasi   diartikan   sebagai penurunan kualitas eko sistem hutan, termasuk jenis-jenis satwa,   plasma nutfah, iklim, tanah dan biomass (Myers, 1989;14).

Sebagai negara yang memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Zaire, memiliki tanggungjawab besar terhadap kelestarian hutan. Setiap proses deforestation di negeri ini akan menjadi isu internasional di samping menjadi beban pembangunan nasional. Lebih dari   itu, Indonesia   juga   berpenduduk  padat.   Bila   dibanding   pulau-pulau   lain   di Indonesia, Pulau Jawa merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang paling tinggi. Pulau Jawa yang luasnya kurang dari 10 persen dari wilayah Nusantara dihuni oleh hampir 60 persen penduduk. Sehingga beban lingkungan di Pulau Jawa sudah melampaui batas. Sebagai konsekuensinya timbul berbagai masalah sosial dan dan kerusakan hutan seperti pencurian kayu, penebangan liar, penjarahan, yang semuaini dapat mengakibatkan munculnya lahan kritis.

hutan rakyat 2

Menganalisis potensi sumberdaya manusia dalam pengelolaan Hutan Rakyat

Untuk mengantisipasi masalah ini maka perlu usaha alternatif berupa kebijakan   kehutanan   yang   memperhatikan segi sosial-ekonomi   masyarakat sekitar hutan   disamping   memperhatikan   faktor   biofisik.   Salah   satunya   adalah   upaya perbaikan lahan melalui pengendalian erosi tanah yang difokuskan pada lahan milik rakyat (Palte, 1989), yakni program hutan rakyat. Model pendekatan “social forestry” ini dianggap lebih efektif sebagai bentuk pengembangan model-model pengelolaan hutan yang melibatkan unsur masyarakat ( Leslie dalam Mamud, 2002). Namun kenyataannya selama ini belum terdapat indikasi kuat yang memperlihatkan tanda-tanda keberhasilan nyata dari program penghijauan yang diadakan. Menurut Blaikie(1985),   terdapat   beberapa   faktor   umum   yang diduga   memiliki   kontribusi   bagi ketidakberhasilan   program.   Pertama,   belum   adanya   peran   serta   atau   partisipasi masyarakat yang mana ditambah pula oleh kebijakan pembangunan yang bersifat sentralistik dimana hanya mempergunakan pendekatan yang mengarah pada konsep biofisik   semata.   Kedua,   adanya   pendekatan   yang   cuma     mengutamakan   sosio-ekonomi   semata,   sehingga   akan   mengantrakan   pada   keberhasilan   yang   sifatnya teknokratis murni dalam proses erosi tanah, dimana secara garis besar hanya akan mengukur kerugian   bernilai ekonomis akibat adanya erosi   atau kerusakan lahan yang ada. Oleh karena itu, kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan, pembangunan, dan pengelolaan hutan rakyat harus didukung oleh semua pihak, agar kegiatan yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan rakyat tersebut dapat berjalan sesuai tujuan.

Sumber Gambar :

Mongabay.com

Dibuat oleh :

Reza fahlevi

Share

3 thoughts on “Berdayakan Masyarakat Melalui Pembangunan Hutan Rakyat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *