Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

KINERJA KELOMPOK STUDI HIDROLOGI DI ECOLOGYCAL SOCIAL MAPPING 2015, TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, JAWA BARAT

Di air

Kegiatan Ecologycal Social Mapping (ESM) dilasanakan pada tanggal 27 Juni sampai 4 Juli 2015 yang bertempat di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Seda berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kelompok Hidrologi melakukan pengambilan data di Desa Seda dimulai pada tanggal 29 Juni. Penjajakan informasi dilakukan oleh sebagian tim hidrologi ke tempat pegelola air bersih di desa tersebut. Pengelola air di desa tersebut adalah Bapak Herman, pengelolaan masih dilakukan secara sukarela. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat 3 sumber mata air yaitu mata air Cigorowong, sumber mata air Ciwangun, dan sumber mata air Ciayakan yang selalu mengalirkan air ke Desa Seda, air ini dimanfaatkan oleh warga dengan cara mengalirkan air dari sumber mata air langsung ke pipa-pipa saluran air yang menuju ke rumah-rumah warga. Pemanfaatan air oleh warga ini dikenakan iuran sebesar Rp 3.000,00 per rumah tiap bulannya, iuran ini biasa digunakan untuk pengelolaan air itu sendiri.

Tim hidrologi pada tanggal 29 Juni 2015 memulai pengambilan data lapang di sumber mata air yaitu mata air Cigorowong, sumber mata air Ciwangun, dan sumber mata air Ciayakan dengan dipandu oleh pihak desa. Data lapang yang diambil di lapang adalah data debit air sungai dan sampel air sungai. Pengambilan data debit air sungai dilakukan dengan menggunakan metode pembagian sungai per seksi, pengambilan sampel air digunakan untuk pengambilan data tentang kualitas air yang meliputi kejernihan air, pH air, dan kandungan sedimentasi. Setelah data yang diinginkan lengkap maka saat tim kembali ke base camp. Sore hari, tim kembali berkumpul untuk melakukan pengolahan data. Hal ini dilakukan untuk melihat kelengkapan data ketika dirasa data masih ada yang kurang maka data dapat dilengkapi di esok hari atau hari lainnya.

Tanggal 30 Juni 2015 merupakan hari kedua untuk pegambilan data lapang. Tim hidrologi mengambil data aliran debit air dan sampel air di rumah warga. Pengambilan data dilakukan secara sampling, IS yang digunakan adalah 5% sari jumlah total kepala keluarga yang ada.. Kegiatan pengambilan lapang hari kedua ini dilakukan di dalam kampung, tim dibagi menjadi 4 kelompok kecil yang disebar di satu desa tersebut. Sampel air yang diambil langsung dari pipa-pipa air yang masuk ke rumah-rumah warga. Sore harinya, sampel air yang diperoleh oleh masing-masing kelompok kecil tadi dikumpulkan di satu titik yang kemudian dilakukan pengecekan dan juga sedikit pengolahan data untuk debit aliran air yang masuk ke rumah warga

Hari berikutnya yaitu tanggal 1 Juli 2015 merupakan hari ketiga untuk pengambilan data lapang. Tim hidrologi kembali melakukan pengambilan data debit aliran sungai dan pengambilan sampel air di sungai bagian hilir. Pengambilan data sama seperti hari pertama yaitu dengan menggunakan metode pembagian sungai per seksi, pengambilan sampel air digunakan untuk pengambilan data tentang kualitas air yang meliputi kejernihan air, pH air, dan kandungan sedimentasi. Sore harinya, tim mulai melakukan pengolahan data. Data yang diolah adalah semua data yang sudah terkumpul dari hari pertama sampai hari ketiga ini. Hal ini dilakukan karena besok akan diadakan presentasi ke pihak taman nasional.

Tanggal 2 Juli 2015, data yang diperoleh saat dilapang sudah diolah dan dipresentasikan ke Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Presentasi ini dihadiri oleh para petinggi Balai TNGC dan perwakilan dari masing-masing tim peneliti, untuk Tim Hidrologi sendiri mengirimkan 3 orang perwakilan untuk presentasi data yang telah diperoleh. Besok harinya di tanggal 3 Juli 2015 tim melakukan presentasi kembali ke pihak Desa Seda. Presentasi di Desa Seda ini sekaligus penutupan dari rangkaian kegiatan Ecologycal Social Mapping 2015 di desa tersebut. Presentasi hasil ini merupak presentasi pendahuluan, karena data yang dipresentasikan belum semua. Presentasi di desa ini dihadiri oleh para petinggi desa dan semua tim ESM. Saat presentasi ada beberapa koreksi dari pihak desa terhadap data dan analisis yang tim peneliti peroleh di lapang, sehingga siang harinya setelah presentasi selesai beberapa tim ada yang kembali ke lapang untuk melakukan pengambilan data ulang untuk memastikan hasilnya nanti dan akan dipresentasikan kembali setelah semua data sudah diolah dan dianalisis.

Tanggal 4 Juli 2015, tim ESM melakukan perjalanan pulang atau kembali ke kampus yang ada di Bogor. Raut wajah bahagia bercampur kesedihan terpancar dari masing-masing tim. Bahagia karena bisa kembali ke Bogor, dan sedih karena harus meninggalkan desa yang sudah memberikan pengalaman yang berharga ini. Tim ESM mulai meninggalkan desa pukul 08.00 WIB. Hasil ESM 2015 ini akan dipresentasikan juga di kampus IPB pada tanggal 10 Oktober 2015 nanti.

Dokumentasi 

Pengukuran Debit Sungai di Hilir

Gb1.Pengukuran Debit Sungai di Hilir

 Pengukuran Debit mata air cigorowong

Gb 2.Pengukuran Debit di mata Air Cigorowong

Pengukuran Debit mata air ciayakan

Gb 3. Pengukuran debit di mata air Ciwangun

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *