Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

FMSC SUKSES LAKSANAKAN ECOLOGICAL SOCIAL MAPPING 2015 DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, JAWA BARAT

ukur

Ecological Social Mapping merupakan program kerja unggulan yang stiap tahunnya dilaksanakan oleh Himpunan Profesi Manajemen Hutan IPB, Forest Management Students’ Club (FMSC). Ecological Social Mapping adalah kegiatan pemetaan sosial masyarakat desa sekitar hutan.┬áHimpunan mahasiswa Manajemen Hutan (FMSC) telah melakukan pemetaan sosial dan ekologi(Ecological Social Mapping) di batas timur Jawa Barat.

Setelah melakukan Ecological social Mapping (ESM)di desa Citorek (Banten) yang merupakan kawasan dari TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak)pada tahun 2014, saat ini ESM dilakukan di sekitar kawasan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Lokasi penelitian ESM 2015 tepatnya berada di desa Seda, kecamatan Mandirancan, kabupaten Kuningan Jawa Barat. ESM tahun ini berlangsung dari tanggal 27 Juni- 4 Juli 2015. Tim ESM terdiri dari 49 orang mahasiswa Manajemen Hutan angkatan 49 dan 50 yang termasuk dalam Kelompok Studi Perencanaan Hutan (KS Perencanaan), Kelompok Studi Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan (KS SOSEK, dan Kelompok Studi Hidrologi Hutan (KS Hidrologi)untuk pengambilan data pemetaan, sosial ekonomi masyarakat desa hutan, dan hidrologi hutan.

Desa Seda menjadi lokasi penelitian yang menarik bagi ESM tahun ini, sebab sesuai dengan tujuannya ESM merupakan kegiatan untuk mengetahui interaksi masyarakat sekitar hutan dengan sumberdaya hutan di sekitarnya. Desa Seda berbatasan langsung dengan TNGC. Selain itu beberapa masyarakat desa ini juga masih melakukan praktik pengelolaan hutan di dalam kawasan, meskipun status kawasan saat ini telah berubah menjadi Taman Nasional. Sebelumnya lahan kelola masyarakat merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh PERHUTANI yang bekerjasama dengan masyarakat mengelola hutan melalui program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat).Kemudian pada tahun 2008 status kawasan tersebut berubah menjadi Taman Nasional(TN). Perubahan status kawasan ini membawa dampak baik maupun buruk bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.Atas beberapa alasan tersebut tim ESM berbekal dengan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan akan menggali informasi dan potensi desa Seda untuk mengetahui tingkat ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya hutan, kemudian dilakukan pemetaan sosial ekologi desa. Penelitian ini merupakan bentuk aplikasi ilmu mahasiswa Manajemen Hutan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait.

Banyak permasalahan yang terjadi di kawasan hutan. Permasalahan bukan hanya tentang konservasi dan reboisasi, tetapi masalah kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan juga harus menjadi fokus penting. Masalah konservasi dan Sosial ekonomi merupakan masalah krusial bagi kehutanan Indonesia. Kedua masalah tersebut harus sama-sama menjadi prioritas penyelesaian menuju pengelolaan hutan yang lestari. Masalah inilah yang menjadi salah satu kajian studi dalam penelitian ESM 2015.

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *