Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

TIM SURVEI EKSPLORASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU BERKUNJUNG KE RESORT CISOKA, TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

 hhbksurvey

TIM Survei eksplorai HHBK berangkat ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) pada tanggal 28 April 2015. Tim survey ini beranggotakan Juanda Hasibuan (MNH 49), Tri wahyu Legawa(MNH 49), Priscillia Restantina (MNH 49), Agus (MNH 48), Qodimatul Unshuri Ilyas (MNH 49), dan Sardianto (MNH 49). Lokasi yang disurvei yaitu Resort Cisoka, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Perjalanan untuk kelokasi Eksplorasi HHBK 2015 yaitu 3 jam perjalanan, dari Kampus IPB Darmaga. Tim Survey berangkat pada pukul 09.00 dan sampai lokasi pada pukul 12.00. Di Resortnya sendiri pihak TNGHS dan pihak tim Survey Eksplorasi HHBK 2015 FMSC membicarakan berbagai hal terkait kegiatan dan kesepakatan-kesepakatan antara kedua piahak Terdapat 6 lokasi yang akan digunakan untuk eksplorasi HHBK 2015 yaitu Cibarani, Citoko, Padurung, Lebak Sangka, dan Bojong Sarung. Lokasi ini merupakan lokasi Model Kampung Konservasi (MKK). Keenam lokasi ini merupakan zona pemanfaatan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga, dengan syarat warga tidak boleh merusak dan mengekploitasi hutan. Keenam lokasi ini menurut warga dan pihak TNGHS terdapat beberapa hasil hutan bukan kayu yang sering dimanfaatkan oleh warga yaitu bambu, rotan, dan pohon aren. Untuk hasil hutan bukan kayu yang sering digunakan oleh warga sekitar yaitu pohon aren karena digunakan untuk membuat gula aren niranya, serta buahnya untuk produksi kolang kaling. Permasalahan disini yaitu banyak kehilangan rumpun bambu yang sering diekploitasi, tetapi menurut warga, warga hanya memanfaatkan bambu untuk keperluan membangun rumah saja. Kondisi lokasi lapang hutan yang sangat terjal dan curam membuat peneliti dan panitia eksplorasi HHBK 2015 kedepannya harus mempersiapkan segalanya dengan baik, apalagi eksplorasi HHBK 2015 ini bertepatan dengan bulan puasa, sehingga panitia dan peneliti harus menyusun strategi yang baik dilapang dan harus menjaga kondisi fisik. Fisik yang prima dan ekstra merupakan hal yang harus diperhatikan. Kondisi lapang yang sangat ekstrim yaitu dilokasi Cibarani, Citoko, Padurung. Ketiga lokasi ini merupakan lokasi yang paling terjal dan yang paling sulit untuk dieksplorasi. Menarik untuk disimak kegiatan eksplorasi HHBK 2015, Nantikan Aksi kami..

ehhbk hhbk 3

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *