Faculty of Forestry - Bogor Agricultural University

Kegiatan 4KS ESM on Kampung Ciusul Desa Citorek Kidul Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten

hidrologi

Kegiatan 4KS ESM on Kampung Ciusul Desa Citorek Kidul Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten

 

ESM, Ecological Sosial Mapping merupakan suatu kegiatan yang melibatkan empat kelompok studi FMSC, yaitu KS Perencanaan Hutan, KS Hidrologi Hutan, KS Pemanfaatan Sumberdaya Hutan, KS Sosial Ekonomi Kehutanan pada kampung Ciusul desa Citorek Kidul Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten

.Nyebrang

KS PERENCANAAN

Apa sih yang dilakukan KS Perencanaan dalam ESM kali ini ?

Ketua KS Perencanaan Hutan, Robby Dwinugraha Febriana menuturkan, “Seperti biasa untuk KS Perencanaan melakukan  pemetaan batas kampung, mencari luasannya, yang kemudian dioverlaykan dengan peta dasar administrasi, aliran sungai dan jaringan jalan”.

Alat yang digunakan dalam melakukan pemetaan ini adalah GPS, dengan pembagian tim ke arah yang berbeda menyusuri batas kampung Ciusul.

Output yang didapatkan adalah, dapat mengetahui keterkaitan masing masing attribut pada peta dan menyediakan peta sebagai acuan pengukuran lain yang dibutuhkan oleh KS lain.

perencanaan

KS HIDROLOGI HUTAN

Kelompok Studi Hidrologi Hutan pada desa Ciusul yang diketuai oleh Arief Firmansyah melakukan kegiatan antara lain pengukuran debit, pengukuran kualitas air sungai dan sumber air yang terdapat di desa Citorek Kidul tersebut, kemudian bekerjasama dengan KS Perencanaan dalam perhitungan luasan desa Citorek Kidul untuk pengolahan data dalam memperoleh tingkat sedimentasi sungai, dan bekerjasama dengan KS SOSEK terkait penggunaan air sungai dan sumber air untuk kegiatan sehari-hari atau kebutuhan rumah tangga, dan juga untuk mengukur pengaruh pembangunan sumber air lain yang dibangun oleh salah satu warga setempat terhadap kualitas penggunaan air.

hidro hidrologi

KS PEMANFAATAN SUMBERDAYA HUTAN

Ketua KS Pemanfaatan Sumberdaya Hutan, Agus Saefulrizal menuturkan, “Untuk KS Pemanfaatan sendiri mengukur tingkat pemanfaatan hutan khususnya hasil hutan kayu berdasarkan tingkat profesi yang ada di Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, kampung Ciusul desa Citorek Kidul”.

Dalam metode yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara kepada masyarakat setempat dengan pengambilan data berupa jumlah produksi kayu pertahun, motivasi melakukan penebangan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, sistem pemanenan dan pemasaran hasil hutannya.

Dengan demikian, dapat diketahui berapa tingkat pemanfaatan hasil hutan kayu pada masing masing profesi mempunyai jumlah dan ukuran yang berbeda-beda

photo (1)

KS SOSIAL EKONOMI KEHUTANAN

Sosek yang diketuai oleh Harist Adi Nursanto menuturkan, “Sosek melakukan kegiatan observasi dan wawancara. Hari pertama beberapa perwakilan sosek mendatangi rumah Sekdes meminta data sekunder desa untuk lebih mengenal apa kampung ciusul itu”. 

Setelah itu Sosek melakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi umum, kajian historis penggunaan emas dan tingkat ketergantungan pemenuhan kebutuhan. Dengan melakukan observasi didapatkan transek desa yang mewakili potensi yang ada di desa tersebut, potensi tersebut terdiri dari hutan rakyat, pertanian, perikanan dan peternakan.sosek

Share

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *